Kamis, 16 Mei 2013

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS


Menurut Rogers orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Nah, apa itu aktualisasi diri? Tentu saja kita sering mendengar kata “aktualisasi diri” tetapi tidak banyak yang tahu apa arti dari kata tersebut. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri untuk mengembangkan sifat-sifat serta potensi-potensi psikologisnya yang unik.

1.      Perkembangan Diri
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari yang lain. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi miliknya atau bagian dari dirinya. Ketika dia mulai membentuk suatu lukisan atau gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu self concept (pengertian diri). Sebagai bagian dariself concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gamabaran itu dibentuk sebagai suatu akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain.
Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak, itu semua tergantung pada cinta yang diterima anak dalam masa kecilnya. Pada waktu diri itu mulai berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini sebagaipositive regard (penghargaan positif). Apa itu Positive regardPositive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembas yang dimiliki oleh semua manusia.
Self concept yang berkembang dari anak sangatlah dipengaruhi oleh ibu. Bagaimana jika ibu tidak memberikan positive regard kepada anak? Bagaimana jika ibu mencela dan menolak tingkah laku anakya? Maka anak akan mengamati suatu celaan (meskipun celaan hanya berfokus pada salah satu tingkah laku) sebagai suatu celaan yang luas dan tersebar dalam setiap segi. Anak akan menjadi peka dengan setiap tanda penolakan dan segera mulai merencaakan tingkah lakunya menurut reaksi yang diharapkan akan diberikan.
Dalam hal ini, anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena dia telah merasa kecewa, maka kebutuhan akan positive regard yang sekarang bertambah kuat, makin lama makin mengerahkan energi dan pikiran. Dalam posisi ini, Rogers menyebutnya sebagai conditional positive regard (penghargaan positive bersyarat).
Syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaanunconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat) pada masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan dengan bebas ini, dan juga sikap yang ditampilkanya bagi anak itu akan menjadi sekumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan.

2.      Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
Hal yang pertama dikemukakan tentang versi Rogers mengenai kepribadian yang sehat, yani kepribadian yang sehat bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”
Dibawah ini, terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri diantaranya;
a.       Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang continue.
b.      Aktualisasi diri merupakan proses yang susah bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya.
c.       Orang yang mengaktualisasi diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi dibalik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Disamping ulasan-ulasan diatas, Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya diantaranya;
Ø  Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang tidak mengembangkan penghargaan positif bersyarat akan mengembangkan sikap yang terbuka pada pengalaman. Pengalaman tidak hanya diterima namun juga dimanfaatkan untuk mengembangkan persepsi dan ugkapan baru. Saat mengalami pengalaman, orang yang demikian lebih mengalami emosi yang lebih kuat baik emosi positif maupun negatif dibanding orang yang defensif.
Ø  Kehidupan Eksistensial
Orang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Ia tidak akan berprasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang sehat.
Ø  Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk kepada pengalaman Rogers sendiri. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-implus yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku yang demikian itu terdapat banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dnegan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensinya.
Karena orang yang sehat terbuka sepeuhnya pada pengalaman, sehingga ia menerima semua informasi yang ada, bahkan dari segi selain pikirannya. Karena terbuka kepada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman-pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organanisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
Ø  Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rinangan-rintangan antara pikiran dan tindakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memilki suatu persaan yang berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa ini maka orang yang sehat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukan.
Ø  Kreativitas
Semua orang yang berfungi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, yang percaya akan organisme mereka sendiri yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan mereka ialah orang-orang sebagaimana dikemukakan Rogers yang akan mengungkapkan diri mereka sendiri dalam produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka.
Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan. Mereka memilki kreatifitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah. Jadi, Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia.

Sumber:
1. Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa: Yustinus. Yogyakarta: Kanisius. 
2. www.psychologymania.com/2011/08/pandangan-beberapa-tokoh-psikologi.html?m=1


KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS


Menurut Rogers orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Nah, apa itu aktualisasi diri? Tentu saja kita sering mendengar kata “aktualisasi diri” tetapi tidak banyak yang tahu apa arti dari kata tersebut. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri untuk mengembangkan sifat-sifat serta potensi-potensi psikologisnya yang unik.
1.      Perkembangan Diri
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari yang lain. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi miliknya atau bagian dari dirinya. Ketika dia mulai membentuk suatu lukisan atau gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu self concept (pengertian diri). Sebagai bagian dariself concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gamabaran itu dibentuk sebagai suatu akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain.
Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak, itu semua tergantung pada cinta yang diterima anak dalam masa kecilnya. Pada waktu diri itu mulai berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini sebagaipositive regard (penghargaan positif). Apa itu Positive regardPositive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembas yang dimiliki oleh semua manusia.
Self concept yang berkembang dari anak sangatlah dipengaruhi oleh ibu. Bagaimana jika ibu tidak memberikan positive regard kepada anak? Bagaimana jika ibu mencela dan menolak tingkah laku anakya? Maka anak akan mengamati suatu celaan (meskipun celaan hanya berfokus pada salah satu tingkah laku) sebagai suatu celaan yang luas dan tersebar dalam setiap segi. Anak akan menjadi peka dengan setiap tanda penolakan dan segera mulai merencaakan tingkah lakunya menurut reaksi yang diharapkan akan diberikan.
Dalam hal ini, anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena dia telah merasa kecewa, maka kebutuhan akan positive regard yang sekarang bertambah kuat, makin lama makin mengerahkan energi dan pikiran. Dalam posisi ini, Rogers menyebutnya sebagai conditional positive regard (penghargaan positive bersyarat).
Syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaanunconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat) pada masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan dengan bebas ini, dan juga sikap yang ditampilkanya bagi anak itu akan menjadi sekumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan.
2.      Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
Hal yang pertama dikemukakan tentang versi Rogers mengenai kepribadian yang sehat, yani kepribadian yang sehat bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”
Dibawah ini, terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri diantaranya;
a.       Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang continue.
b.      Aktualisasi diri merupakan proses yang susah bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya.
c.       Orang yang mengaktualisasi diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi dibalik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Disamping ulasan-ulasan diatas, Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya diantaranya;
Ø  Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang tidak mengembangkan penghargaan positif bersyarat akan mengembangkan sikap yang terbuka pada pengalaman. Pengalaman tidak hanya diterima namun juga dimanfaatkan untuk mengembangkan persepsi dan ugkapan baru. Saat mengalami pengalaman, orang yang demikian lebih mengalami emosi yang lebih kuat baik emosi positif maupun negatif dibanding orang yang defensif.
Ø  Kehidupan Eksistensial
Orang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Ia tidak akan berprasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang sehat.
Ø  Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk kepada pengalaman Rogers sendiri. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-implus yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku yang demikian itu terdapat banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dnegan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensinya.
Karena orang yang sehat terbuka sepeuhnya pada pengalaman, sehingga ia menerima semua informasi yang ada, bahkan dari segi selain pikirannya. Karena terbuka kepada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman-pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organanisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
Ø  Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rinangan-rintangan antara pikiran dan tindakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memilki suatu persaan yang berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa ini maka orang yang sehat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukan.
Ø  Kreativitas
Semua orang yang berfungi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, yang percaya akan organisme mereka sendiri yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan mereka ialah orang-orang sebagaimana dikemukakan Rogers yang akan mengungkapkan diri mereka sendiri dalam produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka.
Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan. Mereka memilki kreatifitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah. Jadi, Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia.

Sumber:
1. Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa: Yustinus. Yogyakarta: Kanisius. 
2. www.psychologymania.com/2011/08/pandangan-beberapa-tokoh-psikologi.html?m=1

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS


Menurut Rogers orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Nah, apa itu aktualisasi diri? Tentu saja kita sering mendengar kata “aktualisasi diri” tetapi tidak banyak yang tahu apa arti dari kata tersebut. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri untuk mengembangkan sifat-sifat serta potensi-potensi psikologisnya yang unik.
1.      Perkembangan Diri
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari yang lain. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi miliknya atau bagian dari dirinya. Ketika dia mulai membentuk suatu lukisan atau gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu self concept (pengertian diri). Sebagai bagian dariself concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gamabaran itu dibentuk sebagai suatu akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain.
Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak, itu semua tergantung pada cinta yang diterima anak dalam masa kecilnya. Pada waktu diri itu mulai berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini sebagaipositive regard (penghargaan positif). Apa itu Positive regardPositive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembas yang dimiliki oleh semua manusia.
Self concept yang berkembang dari anak sangatlah dipengaruhi oleh ibu. Bagaimana jika ibu tidak memberikan positive regard kepada anak? Bagaimana jika ibu mencela dan menolak tingkah laku anakya? Maka anak akan mengamati suatu celaan (meskipun celaan hanya berfokus pada salah satu tingkah laku) sebagai suatu celaan yang luas dan tersebar dalam setiap segi. Anak akan menjadi peka dengan setiap tanda penolakan dan segera mulai merencaakan tingkah lakunya menurut reaksi yang diharapkan akan diberikan.
Dalam hal ini, anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena dia telah merasa kecewa, maka kebutuhan akan positive regard yang sekarang bertambah kuat, makin lama makin mengerahkan energi dan pikiran. Dalam posisi ini, Rogers menyebutnya sebagai conditional positive regard (penghargaan positive bersyarat).
Syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaanunconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat) pada masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan dengan bebas ini, dan juga sikap yang ditampilkanya bagi anak itu akan menjadi sekumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan.
2.      Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
Hal yang pertama dikemukakan tentang versi Rogers mengenai kepribadian yang sehat, yani kepribadian yang sehat bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”
Dibawah ini, terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri diantaranya;
a.       Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang continue.
b.      Aktualisasi diri merupakan proses yang susah bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya.
c.       Orang yang mengaktualisasi diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi dibalik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Disamping ulasan-ulasan diatas, Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya diantaranya;
Ø  Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang tidak mengembangkan penghargaan positif bersyarat akan mengembangkan sikap yang terbuka pada pengalaman. Pengalaman tidak hanya diterima namun juga dimanfaatkan untuk mengembangkan persepsi dan ugkapan baru. Saat mengalami pengalaman, orang yang demikian lebih mengalami emosi yang lebih kuat baik emosi positif maupun negatif dibanding orang yang defensif.
Ø  Kehidupan Eksistensial
Orang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Ia tidak akan berprasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang sehat.
Ø  Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk kepada pengalaman Rogers sendiri. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-implus yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku yang demikian itu terdapat banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dnegan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensinya.
Karena orang yang sehat terbuka sepeuhnya pada pengalaman, sehingga ia menerima semua informasi yang ada, bahkan dari segi selain pikirannya. Karena terbuka kepada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman-pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organanisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
Ø  Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rinangan-rintangan antara pikiran dan tindakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memilki suatu persaan yang berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa ini maka orang yang sehat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukan.
Ø  Kreativitas
Semua orang yang berfungi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, yang percaya akan organisme mereka sendiri yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan mereka ialah orang-orang sebagaimana dikemukakan Rogers yang akan mengungkapkan diri mereka sendiri dalam produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka.
Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan. Mereka memilki kreatifitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah. Jadi, Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia.

Sumber:
1. Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa: Yustinus. Yogyakarta: Kanisius. 
2. www.psychologymania.com/2011/08/pandangan-beberapa-tokoh-psikologi.html?m=1

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS


Menurut Rogers orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Nah, apa itu aktualisasi diri? Tentu saja kita sering mendengar kata “aktualisasi diri” tetapi tidak banyak yang tahu apa arti dari kata tersebut. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri untuk mengembangkan sifat-sifat serta potensi-potensi psikologisnya yang unik.
1.      Perkembangan Diri
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari yang lain. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi miliknya atau bagian dari dirinya. Ketika dia mulai membentuk suatu lukisan atau gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu self concept (pengertian diri). Sebagai bagian dariself concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gamabaran itu dibentuk sebagai suatu akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain.
Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak, itu semua tergantung pada cinta yang diterima anak dalam masa kecilnya. Pada waktu diri itu mulai berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini sebagaipositive regard (penghargaan positif). Apa itu Positive regardPositive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembas yang dimiliki oleh semua manusia.
Self concept yang berkembang dari anak sangatlah dipengaruhi oleh ibu. Bagaimana jika ibu tidak memberikan positive regard kepada anak? Bagaimana jika ibu mencela dan menolak tingkah laku anakya? Maka anak akan mengamati suatu celaan (meskipun celaan hanya berfokus pada salah satu tingkah laku) sebagai suatu celaan yang luas dan tersebar dalam setiap segi. Anak akan menjadi peka dengan setiap tanda penolakan dan segera mulai merencaakan tingkah lakunya menurut reaksi yang diharapkan akan diberikan.
Dalam hal ini, anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena dia telah merasa kecewa, maka kebutuhan akan positive regard yang sekarang bertambah kuat, makin lama makin mengerahkan energi dan pikiran. Dalam posisi ini, Rogers menyebutnya sebagai conditional positive regard (penghargaan positive bersyarat).
Syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaanunconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat) pada masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan dengan bebas ini, dan juga sikap yang ditampilkanya bagi anak itu akan menjadi sekumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan.
2.      Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
Hal yang pertama dikemukakan tentang versi Rogers mengenai kepribadian yang sehat, yani kepribadian yang sehat bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”
Dibawah ini, terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri diantaranya;
a.       Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang continue.
b.      Aktualisasi diri merupakan proses yang susah bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya.
c.       Orang yang mengaktualisasi diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi dibalik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Disamping ulasan-ulasan diatas, Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya diantaranya;
Ø  Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang tidak mengembangkan penghargaan positif bersyarat akan mengembangkan sikap yang terbuka pada pengalaman. Pengalaman tidak hanya diterima namun juga dimanfaatkan untuk mengembangkan persepsi dan ugkapan baru. Saat mengalami pengalaman, orang yang demikian lebih mengalami emosi yang lebih kuat baik emosi positif maupun negatif dibanding orang yang defensif.
Ø  Kehidupan Eksistensial
Orang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Ia tidak akan berprasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang sehat.
Ø  Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk kepada pengalaman Rogers sendiri. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-implus yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku yang demikian itu terdapat banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dnegan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensinya.
Karena orang yang sehat terbuka sepeuhnya pada pengalaman, sehingga ia menerima semua informasi yang ada, bahkan dari segi selain pikirannya. Karena terbuka kepada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman-pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organanisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
Ø  Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rinangan-rintangan antara pikiran dan tindakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memilki suatu persaan yang berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa ini maka orang yang sehat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukan.
Ø  Kreativitas
Semua orang yang berfungi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, yang percaya akan organisme mereka sendiri yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan mereka ialah orang-orang sebagaimana dikemukakan Rogers yang akan mengungkapkan diri mereka sendiri dalam produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka.
Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan. Mereka memilki kreatifitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah. Jadi, Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia.

Sumber:
1. Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa: Yustinus. Yogyakarta: Kanisius. 
2. www.psychologymania.com/2011/08/pandangan-beberapa-tokoh-psikologi.html?m=1